<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Adekomaludin's Weblog</title>
	<atom:link href="http://adekomaludin.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adekomaludin.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jul 2009 12:36:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di PENYEBAB KEMISKINAN oleh ahsan</title>
		<link>http://adekomaludin.wordpress.com/2009/06/10/penyebab-kemiskinan/#comment-38</link>
		<dc:creator>ahsan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 12:36:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adekomaludin.wordpress.com/2009/06/10/penyebab-kemiskinan/#comment-38</guid>
		<description>menurut saya artikel ini sudah cukup bagus</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya artikel ini sudah cukup bagus</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PENGANGGURAN DAN DAYA BELI oleh ira</title>
		<link>http://adekomaludin.wordpress.com/2008/01/12/pengangguran-dan-daya-beli/#comment-37</link>
		<dc:creator>ira</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 00:31:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adekomaludin.wordpress.com/2008/01/12/pengangguran-dan-daya-beli/#comment-37</guid>
		<description>gimana hub antara daya beli dan kemiskinan ditinjau dari aspek sosial? mohon pendapatnya......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gimana hub antara daya beli dan kemiskinan ditinjau dari aspek sosial? mohon pendapatnya&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PENYEBAB KEMISKINAN oleh phsfkzlulop</title>
		<link>http://adekomaludin.wordpress.com/2009/06/10/penyebab-kemiskinan/#comment-36</link>
		<dc:creator>phsfkzlulop</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 13:33:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adekomaludin.wordpress.com/2009/06/10/penyebab-kemiskinan/#comment-36</guid>
		<description>z6iSTE  &lt;a href=&quot;http://uyoyhzwoqpro.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;uyoyhzwoqpro&lt;/a&gt;, [url=http://dtfqusqaawed.com/]dtfqusqaawed[/url], [link=http://bmvhfbyhmjjx.com/]bmvhfbyhmjjx[/link], http://ositpgserlqx.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>z6iSTE  <a href="http://uyoyhzwoqpro.com/" rel="nofollow">uyoyhzwoqpro</a>, [url=http://dtfqusqaawed.com/]dtfqusqaawed[/url], [link=http://bmvhfbyhmjjx.com/]bmvhfbyhmjjx[/link], <a href="http://ositpgserlqx.com/" rel="nofollow">http://ositpgserlqx.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PENYEBAB KEMISKINAN oleh gpwegd</title>
		<link>http://adekomaludin.wordpress.com/2009/06/10/penyebab-kemiskinan/#comment-35</link>
		<dc:creator>gpwegd</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 00:21:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adekomaludin.wordpress.com/2009/06/10/penyebab-kemiskinan/#comment-35</guid>
		<description>GFPrAZ  &lt;a href=&quot;http://dfewerytyoao.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;dfewerytyoao&lt;/a&gt;, [url=http://trewvpuwpalx.com/]trewvpuwpalx[/url], [link=http://nyhsbcftbqcg.com/]nyhsbcftbqcg[/link], http://panjqssxobfd.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>GFPrAZ  <a href="http://dfewerytyoao.com/" rel="nofollow">dfewerytyoao</a>, [url=http://trewvpuwpalx.com/]trewvpuwpalx[/url], [link=http://nyhsbcftbqcg.com/]nyhsbcftbqcg[/link], <a href="http://panjqssxobfd.com/" rel="nofollow">http://panjqssxobfd.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PENYEBAB KEMISKINAN oleh Joko Susilo</title>
		<link>http://adekomaludin.wordpress.com/2009/06/10/penyebab-kemiskinan/#comment-34</link>
		<dc:creator>Joko Susilo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 07:18:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adekomaludin.wordpress.com/2009/06/10/penyebab-kemiskinan/#comment-34</guid>
		<description>Koleksi Foto Masjid Eropa Yang Luar Biasa

Berada di benua eropa, Islam tetap tumbuh dan berkembang di kawasan itu.
Walaupun menjadi Minoritas Di Kawasan Eropa, Umat Muslim tetap memiliki
Masjid - Masjid yang luar biasa dengan corak arsitektur yang berbeda dengan
Masjid pada umumnya di Kawasan Timur Tengah maupun Asia.
Berikut ini koleksi Foto Masjid yang berada di Inggris, Belanda, Belgia, Perancis,
Spanyol dan Italia.
Dapat di Download di 	http://www.ziddu.com/download/5155299/Koleksi_Foto_Masjid2_Eropa.zip.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Koleksi Foto Masjid Eropa Yang Luar Biasa</p>
<p>Berada di benua eropa, Islam tetap tumbuh dan berkembang di kawasan itu.<br />
Walaupun menjadi Minoritas Di Kawasan Eropa, Umat Muslim tetap memiliki<br />
Masjid &#8211; Masjid yang luar biasa dengan corak arsitektur yang berbeda dengan<br />
Masjid pada umumnya di Kawasan Timur Tengah maupun Asia.<br />
Berikut ini koleksi Foto Masjid yang berada di Inggris, Belanda, Belgia, Perancis,<br />
Spanyol dan Italia.<br />
Dapat di Download di 	<a href="http://www.ziddu.com/download/5155299/Koleksi_Foto_Masjid2_Eropa.zip.html" rel="nofollow">http://www.ziddu.com/download/5155299/Koleksi_Foto_Masjid2_Eropa.zip.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PENYEBAB KEMISKINAN oleh David Pangemanan</title>
		<link>http://adekomaludin.wordpress.com/2009/06/10/penyebab-kemiskinan/#comment-33</link>
		<dc:creator>David Pangemanan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 16:00:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adekomaludin.wordpress.com/2009/06/10/penyebab-kemiskinan/#comment-33</guid>
		<description>PT. TUNAS FINANCE MENYENGSARAKAN KONSUMEN

Singkat kronologisnya, saya kredit truk dengan 36 X cicilan @ Rp. 3,5 jt-an. Setelah 14 X nyicil, truk hilang. Ternyata penggantian dari perusahaan asuransi (PT. Asuransi Wahana Tata) hanya cukup untuk menutup 22 X pelunasan (cicilan + bunga) yang belum jatuh tempo. Akhirnya saya yang telah mengeluarkan biaya lk. 115 juta (uang muka + cicilan + perlengkapan truk), dipaksa untuk  menerima pengembalian yang jumlahnya lk Rp. 3,4 jt.
Menurut petugas PT. Tunas Finance (Sdr. Ali Imron), klaim asuransi yang cair dari PT. Asuransi Wahana Tata, sebagian digunakan untuk membayar pengurusan Surat Laporan Kemajuan Penyelidikan di Polda Jawa Tengah di Semarang. (atau dengan kata lain, konsumen telah dipaksa melakukan suap di Polda Jateng). Jelas dalam hal ini PT. Tunas Finance (PT. Tunas Financindo Sarana) telah memaksa konsumen taat pada perjanjian susulan yang sebelumnya tidak diperjanjikan.  Tentu saja kondisi perjanjian susulan itu sangatlah memberikan keuntungan 
maksimal bagi pelaku usaha, tidak perduli berapapun kerugian yang diderita konsumen. Sebagai catatan, perjajian yang dibuat tidak didaftarkan di kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia di tempat domisili debitur/konsumen.

Dan melalui surat terbuka ini saya ingin mengajak segenap komponen bangsa yang perduli terhadap masalah Perlindungan Konsumen, untuk menuntut PT. Tunas Finance  secara pidana maupun perdata. Setidaknya hal ini untuk mencegah jatuhnya korban lainnya oleh PT. Tunas Finance (PT. Tunas Financindo Sarana).
Saya nantikan bantuan/partisipasi Anda sekalian. Terima kasih.

David
HP. 0274-9345675.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PT. TUNAS FINANCE MENYENGSARAKAN KONSUMEN</p>
<p>Singkat kronologisnya, saya kredit truk dengan 36 X cicilan @ Rp. 3,5 jt-an. Setelah 14 X nyicil, truk hilang. Ternyata penggantian dari perusahaan asuransi (PT. Asuransi Wahana Tata) hanya cukup untuk menutup 22 X pelunasan (cicilan + bunga) yang belum jatuh tempo. Akhirnya saya yang telah mengeluarkan biaya lk. 115 juta (uang muka + cicilan + perlengkapan truk), dipaksa untuk  menerima pengembalian yang jumlahnya lk Rp. 3,4 jt.<br />
Menurut petugas PT. Tunas Finance (Sdr. Ali Imron), klaim asuransi yang cair dari PT. Asuransi Wahana Tata, sebagian digunakan untuk membayar pengurusan Surat Laporan Kemajuan Penyelidikan di Polda Jawa Tengah di Semarang. (atau dengan kata lain, konsumen telah dipaksa melakukan suap di Polda Jateng). Jelas dalam hal ini PT. Tunas Finance (PT. Tunas Financindo Sarana) telah memaksa konsumen taat pada perjanjian susulan yang sebelumnya tidak diperjanjikan.  Tentu saja kondisi perjanjian susulan itu sangatlah memberikan keuntungan<br />
maksimal bagi pelaku usaha, tidak perduli berapapun kerugian yang diderita konsumen. Sebagai catatan, perjajian yang dibuat tidak didaftarkan di kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia di tempat domisili debitur/konsumen.</p>
<p>Dan melalui surat terbuka ini saya ingin mengajak segenap komponen bangsa yang perduli terhadap masalah Perlindungan Konsumen, untuk menuntut PT. Tunas Finance  secara pidana maupun perdata. Setidaknya hal ini untuk mencegah jatuhnya korban lainnya oleh PT. Tunas Finance (PT. Tunas Financindo Sarana).<br />
Saya nantikan bantuan/partisipasi Anda sekalian. Terima kasih.</p>
<p>David<br />
HP. 0274-9345675.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di MEMAHAMI TUJUAN KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO oleh ANGGRANI</title>
		<link>http://adekomaludin.wordpress.com/2008/01/26/memahami-tujuan-kebijakan-ekonomi-makro/#comment-32</link>
		<dc:creator>ANGGRANI</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 04:54:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adekomaludin.wordpress.com/?p=9#comment-32</guid>
		<description>NAMA           : LA RINO
NPM             : 200810128
KELAS        : B 1(SEMESTER 2)
VAKULTAS : ILMU SOSIAL
PRODY       : ILMU PEMERINTAHAN
TUGAS       : SISTEM EKONOMI INDONESIA






                                             


                                           TUJUAN KEBIJAKAN EKONOMI 


 1. Pengantar  

            Tujuan pada kegiatan apapun mesti ada. Tanpa tujuan, sasaran dan arah sesuatu itu menjadi tidak jelas. Bila demikian, proses dan kinerjanya pun menjadi tidak terukur. Inilah prinsip dasar kehidupan yang mesti dipahami setiap orang. Agama kita mengajarkan agar kita senantiasa tidak lupa terhadap tujuan hidup yang sesungguhnya, yaitu mencari ridha Allah SWT.  Hal ini penting dan sangat fundamental, bahkan semua kegiatan yang dilakukan manusia di muka bumi ini semuanya harus diwarnai dengan nilai fundamental ini. Tanpa mengarah kepada tujuan ini, nilai kegiatan kita menjadi tak bermakna dan kita akan menjadi manusia yang merugi.  

            Tujuan yang ingin dicapai dalam bidang ekonomi adalah mencapai tingkat kesejahteraan yang sebesar-besarnya dalam segala aspek kehidupan dengan mendapat ridha Allah SWT. Bagaimana caranya kita mencapai tujuan ini. Siapakah yang paling bertanggungjawab memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Bisakah kesejahteraan itu dinikmati setiap orang. Di sinilah peran pemerintah sangat dominan dan paling bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya. Bahkan kinerja (sebut : amal shaleh) pemerintah akan sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam mensejahterakan rakyatnya. Ketika pemerintah tidak bisa memberikan kesejahteraan pada rakyatnya, tapi sebaliknya yang terjadi adalah ketimpangan ekonomi yang semakin terbuka lebar, maka dapat diduga dalam sistem pemerintahan terdapat sesuatu yang tidak beres, atau terjadi penyimpangan yang tidak semestinya terjadi. Di sinilah tugas manusia sebagai khalifah (wakil) Allah di muka bumi untuk melakukan berbagai perbaikan dan menciptakan keadilan bagi siapapun.

            Tulisan ini ingin menjelaskan beberapa hal terkait dengan tujuan kebijakan ekonomi makro, terutama hal-hal sebagai berikut : (1) Tujuan akhir dari kebijakan ekonomi makro, (2) Target variables dan mekanisme transmisi kebijakan moneter, (3) Target variables dan kinerja ekonomi, (4) Central macreconomic questions dan instrumen kebijakan ekonomi makro, (5) Kelemahan PDB sebagai ukuran aktifitas ekonomi, dan (6) Kegagalan dalam mencapai target variables.

 2. Tujuan Akhir   Kebijakan Ekonomi Makro   

            Tujuan akhir kebijakan ekonomi makro adalah : (1) price level stability, (2) high employment level, (3) long-term economic growth, dan (4) exchange rate stability (Thomas, 1997:448). Empat variabel ekonomi makro inilah yang paling berpengaruh terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan, sehingga prilakunya perlu diamati dan dikendalikan. Di bawah ini diuraikan lebih rinci tentang variabel-variabel tersebut.

 2.1. Price Level Stability (Stabilitas Tingkat Hara Umum) 

Hal-hal yang perlu dijelaskan berkaitan dengan inflasi :

    * Kenapa inflasi perlu dikendalikan
    * Apa penyebab inflasi
    * Bagaimana menghitung inflasi
    * Macam-macam inflasi
    * Dampak inflasi
    * Otoritas moneter dan inflasi
    * Inflation targeting
    * Mekanisme transmisi kebijakan moneter dan inflasi
    * Kurva Phillips dan inflasi
    * Inflasi dan Fisher Equation
    * The cost of inflation
    * Inflasi dan IPM
    * Inflasi dan defisit APBN
    * Pertumbuhan uang beredar, suku bunga dan inflasi

 2.2. High Employment Level (Tingginya Tingkat Kesempatan Kerja) 

Beberap hal yang perlu dijelaskan berkaitan dengan kesempatan kerja :

    * Peran pemerintah dalam perluasan kesempatan kerja
    * Pendekatan demand dan supply of labor dalam perluasan kesempatan kerja
    * Pemberdayaan masyarakat desa dalam upaya perluasan kesempatan kerja
    * Human capital sebagai upaya efektif perluasan kerja
    * Keuangan negara dan kesempatan kerja
    * Kebijakan ketenagakerjaan
    * Serikat kerja
    * Hubungan industrial
    * Sistem ekonomi dan kesempatan kerja
    * Distribusi pendapatan fungsional dan kesempatan kerja
    * Laju pertumbuhan penduduk dan kesempatan kerja
    * Pandangan terhadap penduduk
    * Elastisitas kesempatan kerja

 2.3.    Long-Term Economic Growth 

Pertumbuhan ekonomi yang ideal adalah : (1) berlangsung terus menerus, (2) disertai dengan terciptanya lapangan kerja, (3) tidak merusak lingkungan, (4) lebih tinggi daripada laju pertumbuhan penduduk, (5) disertai dengan distribusi pendapatan yang adil, (6) kontribusi sektoral yang merata, (7) tidak meninggalkan sektor pertanian, (8) kenaikannya riil, (9) penyumbang terbesar PDB adalah warga domestik, bukan asing, dan lainnya.

Perlu juga dijelaskan hal-hal sebagai berikut :

    * Kenapa  laju pertumbuhan ekonomi menjadi tujuan kebijakan ekonomi ?
    * Apa manfaat dihitungnya pendapatan nasional
    * Makna politis dari pendapatan nasional
    * Kinerja ekonomi dan PDB
    * Income percapita
    * Struktur ekonomi
    * Inflasi dan PDB
    * Aggregate supply dan demand

2.4.    Exchange Rate Stability 

            Nilai tukar merupakan nilai uang secara eksternal, yang tinggi rendahnya berdampak pada berbagai aspek ekonomi dan sosial lainnya, misalnya : (1) impor dan ekspor, (2) APBN dan APBD, (3) kesehatan dan pendidikan, (4) transportasi, (5) industri dalam negeri, (6) politik, (7) daya beli masyarakat, (8) dunia perbankan, (9) sektor pertanian, kelautan, peternakan dst, (10) sektor properti , dan sebagainya.

Perlu dijelaskan pula hal-hal sebagai berikut :

    * Nilai tukar nominal dan riil
    * Devaluasi, apresiasi dan depresiasi mata uang domestik terhadap mata uang asing
    * Determinan nilai tukar
    * Cadangan devisa dan nilai tukar
    * Kebijakan nilai tukar
    * Sistem nilai tukar
    * Faktor politik, keamanan dan nilai tukar
    * Mekanisme transmisi kebijakan moneter dan nilai tukar (pass through effect)
    * dll

 3.          Target Variables dan Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter 

Mekanisme transmisi kebijakan moneter merupakan kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter dalam upaya mempengaruhi kegiatan ekonomi melalui beberapa saluran (channels) (Thomas, 1997:602). Saluran-saluran tersebut yaitu : (1) saluran uang beredar (money channel), (2) saluran kredit, (3) saluran suku bunga, (4) saluran nilai tukar, (5) saluran harga aset, dan (6) saluran ekspektasi inflasi.

 4.          Target Variables sebagai Ukuran Kinerja Ekonomi 

Kinerja ekonomi dapat diukur dengan nilai capaian pemerintah terhadap target variables itu sendiri. Bila target variables membaik, berarti kinerja pemerintah mengalami kenaikan dan sebaliknya.

Hal-hal lain perlu dijelaskan :

    * Variabel lain yang dapat dijadikan ukuruan kinerja ekonomi
    * Upaya apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja ekonomi
    * Politik ekonomi dan kinerja ekonomi
    * Peran barang publik dalam memperbaiki kinerja ekonomi
    * Blok ekonomi dan kinerja ekonomi
    * dst

 5.          Masalah Utama Ekonomi Makro dan Instrumen Kebijakan 

Untuk mengamati lebih jelas perhatikan tabel  sebagai berikut :

Masalah Utama (Goal of ME)
	

Policy Instruments

1. Output (GDP)
	

Kebijakan moneter

2. Employment
	

Kebijakan fiskal

3. Price level stability
	

Kebijakan moneter
  	 

Source : Samuelson, 2002:416

 6.          Beberapa Kelemahan PDB sebagai Ukuran Aktifitas Ekonomi 

Terdapat beberapa faktor yang belum diperhitungkan dalam PDB, di antaranya sebagai berikut :

   1. Nonmarket production : Belum diperhitungkannya nilai produksi yang disediakan oleh para pembantu, ibu rumah tangga dsb;
   2. PDB belum memperhitungkan besarnya leisure time  yang dinikmati oleh warga masyarakat;
   3. PDB juga belum memperhitungkan dampak negatif dari produksi yang dilakukan (eksternalitas/production bads);
   4. Kenaikan PDB belum tentu mencerminkan kesejahteraan, bila kenaikan tersebut hanya bersifat nominal;
   5. Kualitas barang dan jasa yang diproduksi belum secara optimal diperhitungkan dalam PDB.

 7.          Kegagalan dalam Mencapai Target Variables 

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dibarengi dengan perbaikan dalam beberapa variabel lainnya :

    * Employment
    * Lingkungan
    * Distribusi pendapatan
    * Transparansi
    * Economic cost (inflasi)
    * Social damages
    * Dst

Bila tidak, maka pertumbuhan yang tinggi tidak bermakna dan berkualitas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>NAMA           : LA RINO<br />
NPM             : 200810128<br />
KELAS        : B 1(SEMESTER 2)<br />
VAKULTAS : ILMU SOSIAL<br />
PRODY       : ILMU PEMERINTAHAN<br />
TUGAS       : SISTEM EKONOMI INDONESIA</p>
<p>                                           TUJUAN KEBIJAKAN EKONOMI </p>
<p> 1. Pengantar  </p>
<p>            Tujuan pada kegiatan apapun mesti ada. Tanpa tujuan, sasaran dan arah sesuatu itu menjadi tidak jelas. Bila demikian, proses dan kinerjanya pun menjadi tidak terukur. Inilah prinsip dasar kehidupan yang mesti dipahami setiap orang. Agama kita mengajarkan agar kita senantiasa tidak lupa terhadap tujuan hidup yang sesungguhnya, yaitu mencari ridha Allah SWT.  Hal ini penting dan sangat fundamental, bahkan semua kegiatan yang dilakukan manusia di muka bumi ini semuanya harus diwarnai dengan nilai fundamental ini. Tanpa mengarah kepada tujuan ini, nilai kegiatan kita menjadi tak bermakna dan kita akan menjadi manusia yang merugi.  </p>
<p>            Tujuan yang ingin dicapai dalam bidang ekonomi adalah mencapai tingkat kesejahteraan yang sebesar-besarnya dalam segala aspek kehidupan dengan mendapat ridha Allah SWT. Bagaimana caranya kita mencapai tujuan ini. Siapakah yang paling bertanggungjawab memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Bisakah kesejahteraan itu dinikmati setiap orang. Di sinilah peran pemerintah sangat dominan dan paling bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya. Bahkan kinerja (sebut : amal shaleh) pemerintah akan sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam mensejahterakan rakyatnya. Ketika pemerintah tidak bisa memberikan kesejahteraan pada rakyatnya, tapi sebaliknya yang terjadi adalah ketimpangan ekonomi yang semakin terbuka lebar, maka dapat diduga dalam sistem pemerintahan terdapat sesuatu yang tidak beres, atau terjadi penyimpangan yang tidak semestinya terjadi. Di sinilah tugas manusia sebagai khalifah (wakil) Allah di muka bumi untuk melakukan berbagai perbaikan dan menciptakan keadilan bagi siapapun.</p>
<p>            Tulisan ini ingin menjelaskan beberapa hal terkait dengan tujuan kebijakan ekonomi makro, terutama hal-hal sebagai berikut : (1) Tujuan akhir dari kebijakan ekonomi makro, (2) Target variables dan mekanisme transmisi kebijakan moneter, (3) Target variables dan kinerja ekonomi, (4) Central macreconomic questions dan instrumen kebijakan ekonomi makro, (5) Kelemahan PDB sebagai ukuran aktifitas ekonomi, dan (6) Kegagalan dalam mencapai target variables.</p>
<p> 2. Tujuan Akhir   Kebijakan Ekonomi Makro   </p>
<p>            Tujuan akhir kebijakan ekonomi makro adalah : (1) price level stability, (2) high employment level, (3) long-term economic growth, dan (4) exchange rate stability (Thomas, 1997:448). Empat variabel ekonomi makro inilah yang paling berpengaruh terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan, sehingga prilakunya perlu diamati dan dikendalikan. Di bawah ini diuraikan lebih rinci tentang variabel-variabel tersebut.</p>
<p> 2.1. Price Level Stability (Stabilitas Tingkat Hara Umum) </p>
<p>Hal-hal yang perlu dijelaskan berkaitan dengan inflasi :</p>
<p>    * Kenapa inflasi perlu dikendalikan<br />
    * Apa penyebab inflasi<br />
    * Bagaimana menghitung inflasi<br />
    * Macam-macam inflasi<br />
    * Dampak inflasi<br />
    * Otoritas moneter dan inflasi<br />
    * Inflation targeting<br />
    * Mekanisme transmisi kebijakan moneter dan inflasi<br />
    * Kurva Phillips dan inflasi<br />
    * Inflasi dan Fisher Equation<br />
    * The cost of inflation<br />
    * Inflasi dan IPM<br />
    * Inflasi dan defisit APBN<br />
    * Pertumbuhan uang beredar, suku bunga dan inflasi</p>
<p> 2.2. High Employment Level (Tingginya Tingkat Kesempatan Kerja) </p>
<p>Beberap hal yang perlu dijelaskan berkaitan dengan kesempatan kerja :</p>
<p>    * Peran pemerintah dalam perluasan kesempatan kerja<br />
    * Pendekatan demand dan supply of labor dalam perluasan kesempatan kerja<br />
    * Pemberdayaan masyarakat desa dalam upaya perluasan kesempatan kerja<br />
    * Human capital sebagai upaya efektif perluasan kerja<br />
    * Keuangan negara dan kesempatan kerja<br />
    * Kebijakan ketenagakerjaan<br />
    * Serikat kerja<br />
    * Hubungan industrial<br />
    * Sistem ekonomi dan kesempatan kerja<br />
    * Distribusi pendapatan fungsional dan kesempatan kerja<br />
    * Laju pertumbuhan penduduk dan kesempatan kerja<br />
    * Pandangan terhadap penduduk<br />
    * Elastisitas kesempatan kerja</p>
<p> 2.3.    Long-Term Economic Growth </p>
<p>Pertumbuhan ekonomi yang ideal adalah : (1) berlangsung terus menerus, (2) disertai dengan terciptanya lapangan kerja, (3) tidak merusak lingkungan, (4) lebih tinggi daripada laju pertumbuhan penduduk, (5) disertai dengan distribusi pendapatan yang adil, (6) kontribusi sektoral yang merata, (7) tidak meninggalkan sektor pertanian, (8) kenaikannya riil, (9) penyumbang terbesar PDB adalah warga domestik, bukan asing, dan lainnya.</p>
<p>Perlu juga dijelaskan hal-hal sebagai berikut :</p>
<p>    * Kenapa  laju pertumbuhan ekonomi menjadi tujuan kebijakan ekonomi ?<br />
    * Apa manfaat dihitungnya pendapatan nasional<br />
    * Makna politis dari pendapatan nasional<br />
    * Kinerja ekonomi dan PDB<br />
    * Income percapita<br />
    * Struktur ekonomi<br />
    * Inflasi dan PDB<br />
    * Aggregate supply dan demand</p>
<p>2.4.    Exchange Rate Stability </p>
<p>            Nilai tukar merupakan nilai uang secara eksternal, yang tinggi rendahnya berdampak pada berbagai aspek ekonomi dan sosial lainnya, misalnya : (1) impor dan ekspor, (2) APBN dan APBD, (3) kesehatan dan pendidikan, (4) transportasi, (5) industri dalam negeri, (6) politik, (7) daya beli masyarakat, (8) dunia perbankan, (9) sektor pertanian, kelautan, peternakan dst, (10) sektor properti , dan sebagainya.</p>
<p>Perlu dijelaskan pula hal-hal sebagai berikut :</p>
<p>    * Nilai tukar nominal dan riil<br />
    * Devaluasi, apresiasi dan depresiasi mata uang domestik terhadap mata uang asing<br />
    * Determinan nilai tukar<br />
    * Cadangan devisa dan nilai tukar<br />
    * Kebijakan nilai tukar<br />
    * Sistem nilai tukar<br />
    * Faktor politik, keamanan dan nilai tukar<br />
    * Mekanisme transmisi kebijakan moneter dan nilai tukar (pass through effect)<br />
    * dll</p>
<p> 3.          Target Variables dan Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter </p>
<p>Mekanisme transmisi kebijakan moneter merupakan kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter dalam upaya mempengaruhi kegiatan ekonomi melalui beberapa saluran (channels) (Thomas, 1997:602). Saluran-saluran tersebut yaitu : (1) saluran uang beredar (money channel), (2) saluran kredit, (3) saluran suku bunga, (4) saluran nilai tukar, (5) saluran harga aset, dan (6) saluran ekspektasi inflasi.</p>
<p> 4.          Target Variables sebagai Ukuran Kinerja Ekonomi </p>
<p>Kinerja ekonomi dapat diukur dengan nilai capaian pemerintah terhadap target variables itu sendiri. Bila target variables membaik, berarti kinerja pemerintah mengalami kenaikan dan sebaliknya.</p>
<p>Hal-hal lain perlu dijelaskan :</p>
<p>    * Variabel lain yang dapat dijadikan ukuruan kinerja ekonomi<br />
    * Upaya apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja ekonomi<br />
    * Politik ekonomi dan kinerja ekonomi<br />
    * Peran barang publik dalam memperbaiki kinerja ekonomi<br />
    * Blok ekonomi dan kinerja ekonomi<br />
    * dst</p>
<p> 5.          Masalah Utama Ekonomi Makro dan Instrumen Kebijakan </p>
<p>Untuk mengamati lebih jelas perhatikan tabel  sebagai berikut :</p>
<p>Masalah Utama (Goal of ME)</p>
<p>Policy Instruments</p>
<p>1. Output (GDP)</p>
<p>Kebijakan moneter</p>
<p>2. Employment</p>
<p>Kebijakan fiskal</p>
<p>3. Price level stability</p>
<p>Kebijakan moneter</p>
<p>Source : Samuelson, 2002:416</p>
<p> 6.          Beberapa Kelemahan PDB sebagai Ukuran Aktifitas Ekonomi </p>
<p>Terdapat beberapa faktor yang belum diperhitungkan dalam PDB, di antaranya sebagai berikut :</p>
<p>   1. Nonmarket production : Belum diperhitungkannya nilai produksi yang disediakan oleh para pembantu, ibu rumah tangga dsb;<br />
   2. PDB belum memperhitungkan besarnya leisure time  yang dinikmati oleh warga masyarakat;<br />
   3. PDB juga belum memperhitungkan dampak negatif dari produksi yang dilakukan (eksternalitas/production bads);<br />
   4. Kenaikan PDB belum tentu mencerminkan kesejahteraan, bila kenaikan tersebut hanya bersifat nominal;<br />
   5. Kualitas barang dan jasa yang diproduksi belum secara optimal diperhitungkan dalam PDB.</p>
<p> 7.          Kegagalan dalam Mencapai Target Variables </p>
<p>Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dibarengi dengan perbaikan dalam beberapa variabel lainnya :</p>
<p>    * Employment<br />
    * Lingkungan<br />
    * Distribusi pendapatan<br />
    * Transparansi<br />
    * Economic cost (inflasi)<br />
    * Social damages<br />
    * Dst</p>
<p>Bila tidak, maka pertumbuhan yang tinggi tidak bermakna dan berkualitas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di KECERDASAAN EMOSI DAN PEMBELAAN TERHADAP MUSTADAFIN oleh Mz.siva</title>
		<link>http://adekomaludin.wordpress.com/2008/01/15/kecerdasaan-emosi-dan-pembelaan-terhadap-mustadafin/#comment-30</link>
		<dc:creator>Mz.siva</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 09:06:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adekomaludin.wordpress.com/2008/01/15/kecerdasaan-emosi-dan-pembelaan-terhadap-mustadafin/#comment-30</guid>
		<description>Wah lumayan ngerti ya lam kenal.thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah lumayan ngerti ya lam kenal.thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di VISI-MISI SEORANG CALEG oleh Niezam</title>
		<link>http://adekomaludin.wordpress.com/2009/02/10/visi-misi-seorang-caleg/#comment-29</link>
		<dc:creator>Niezam</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 05:37:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adekomaludin.wordpress.com/?p=22#comment-29</guid>
		<description>bull shit !!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bull shit !!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di VISI-MISI SEORANG CALEG oleh TEGOR</title>
		<link>http://adekomaludin.wordpress.com/2009/02/10/visi-misi-seorang-caleg/#comment-28</link>
		<dc:creator>TEGOR</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 23:29:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adekomaludin.wordpress.com/?p=22#comment-28</guid>
		<description>Fungsi visi misi essensi keberadaan agama memang harus dibawa  oleh setiap caleg di anggota DPR kita.
PEMILU tidak boleh  menjadi wacana dan peluang untuk mencari pekerjaan cari uang.
Lalu PARTAI yang manakah yang cocok untuk itu.ya ???Saya kok kesulitan menemukan partai cocok.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fungsi visi misi essensi keberadaan agama memang harus dibawa  oleh setiap caleg di anggota DPR kita.<br />
PEMILU tidak boleh  menjadi wacana dan peluang untuk mencari pekerjaan cari uang.<br />
Lalu PARTAI yang manakah yang cocok untuk itu.ya ???Saya kok kesulitan menemukan partai cocok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
