SAKSI AMAL PERBUATAN (Syuhadaaul ‘Amal)

Juni 2, 2008 at 3:45 am (Uncategorized)

Calon Anggota DPR RI DAPIL Tasik-Garut

Rakernas ke-3 Partai Amanat Nasional (PAN) di Surabaya sudah berakhir Sabtu, 31 Mei 2008. Kesan menarik yang kami lihat adalah dari paduan warna asesories ruangan sidang yang lebih menonjolkan warna kebangsaan (didominasi warna Merah-Putih). Di depan terlihat foto  besar Ketua Umum Sutrino Bachir yang bergandengan dengan moto barunya : “ Hidup adalah Perbuatan”. Moto ini nampaknya sudah tersebar luas di beberapa daerah Kabupaten/Kota dan propinsi di Indonesia dalam bentuk baligho dan gambar sang Ketua Partai. Sebagian masyarakat (pemirsa) rasanya banyak mendengar dan melihat iklan tersebut, karena tayangan itu muncul dalam frekuensi yang cukup sering di beberapa saluran TV Nasional.  Pada obrolan ringan ”Warung Kopi” sering muncul lontaran pertanyaan yang bertanya tentang makna yang sesungguhnya dari moto tersebut. Dengan menggunakan penafsiran apa adanya (secara spontan), saya  mengatakan : “Memang betul hidup adalah perbuatan, yakni berbuat kebajikan, berbuat keshalehan, berbuat untuk kemanfaatan sesama, melaksanakan ibadah, dst. Itu semua adalah perbuatan yang harus dilakukan”. Demikian apologi pembelaan yang dilakukan oleh saya dan kawan-kawan di lapisan bawah.

            Sampai saat ini memang belum ada tafsir rinci dari sang Ketua Umum mengenai moto tersebut, tetapi pada saat pembukaan Rakernas ke-3 di Surabaya, Ketua Umum menyampaikan puisi yang cukup panjang dalam sambutan pembukaannya. Di antara bait-bait puisi yang bisa saya tangkap kurang lebih memiliki makna sebagai berikut : Hidup adalah Perbuatan, yakni berbuat untuk melawan kebodohan, kemelaratan, kelicikan, kedzaliman, korupsi, perampasan, kecurangan, dan hal-hal lainnya yang merusak harkat dan martabat bangsa. Rasanya luar biasa Sang Ketua Umum ini, dia bisa memadukan dua kekuatan otak kiri dan kanan sekaligus dalam memimpin Partai ini, ditambah lagi beliau memiliki kecerdasan finansial yang luar biasa. Otak kiri cenderung sistematis, logis, kritis, analitis sedangkan otak kanan adalah penuh dengan cinta kasih terhadap sesama, emosi, pembelaan kepada kaum tertindas, penuh kelembutan, puitis, empati dan seterusnya. Memang dampaknya akan cukup dahsyat bila dua kekuatan ini dapat dikelola dengan baik.

             Pada hari Akhir nanti, kita semua akan ditanya tentang  amal perbuatan yang telah dilakukan saat kita hidup di alam dunia ini. Lebih jauh dari itu kita akan dihadapkan pada saksi-saksi amal perbuatan (syuhadaaul ‘amal). Terdapat beberapa saksi amal perbuatan :

            Pertama, adalah anggota badan kita. Dengan tegas Allah SWT berfirman dalan Surat Yasin (36) ayat 65 : “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”.  Ayat ini menjelaskan bahwa  perbuatan kita selama di dunia ini akan dipertanggungjawabkan secara langsung kepada Allah SWT dengan tidak ada sedikitkpun kebohongan yang bisa kita lakukan. Mulut kita terkunci dan tidak bisa mengelak lagi, apalagi bersilat lidah, karena semuanya disaksikan oleh tangan dan kaki kita sendiri. Hidup adalah Perbuatan  berarti pula tidak ada kebohongan terhadap sesama, terhadap isteri, lawan politik, sesama kader partai dan bahkan dengan lintas partai sekalipun. Inilah ajaran berpartai yang paling ideal yang harus kita laksanakan saat ini. Kita harus berhenti dari kebohongan, menipu orang, menipu lawan politik, mencelakan rival dan seterusnya karena semua ini akhirnya akan tetap terbongkar bahkan akan disaksikan oleh tangan dan kaki kita sendiri di hadapan Allah SWT.

            Kedua, para Malaikat. Amal perbuatan kita sewaktu hidup dengan jelas disaksikan oleh para Malaikat  (Rakib dan Atid). Perhatikan al-Quran Surat Qaaf (50) ayat 18 : “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawal yang selalu hadir”. Ayat ini menjelaskan, bahwa para Malaikat  dengan tidak henti-hentinya akan mencatat perbuatan kita. Mereka akan menjadi saksi amal perbuatan kita. Para Malaikat mahluk Allah yang sangat taat. Jadi tidak mungkin akan terjadi manipulasi data. Semuanya akan tercatat dengan rapi, tidak akan ada perbuatan sekecil apapun yang terlewat. Hidup adalah Perbuatan memberi ajaran kepada kita, bahwa perbuatan jelek sekecil apapun itu tidak boleh dilakukan, karena di hadapan Allah SWT tetap akan ada bukti catatannya. Dalam konteks kepartaian dan PEMILU,  ini memiliki makna bahwa manipulasi suara, jual beli suara, money politic dan perilaku politik kotor lainnya adalah perbuatan yang harus dihindari, karena semua akan merusak catatan amal perbuatan kita.           

            Ketiga, saksi amal perbuatan kita adalah Allah, Rasul dan orang-orang mukmin. Perhatikan al-Quran Surat at-Taubah (9), ayat 105 : “Dan katakanlah : Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.  Dengan memperhatikan ayat ini, jelas sekali bagi kita tidak akan ada lagi tempat untuk menyembunyikan segala perbuatan. Karena Allah Yang Maha Mengetahui, Rasul dan bahkan orang-orang beriman akan mengetahui perbuatan kita selama hidup ini. Sesungguhnya keyakinan demikian adalah tonggak keimanan kita yang harus selalu terhujam dalam lubuk hati kita semua, dan menjadi prinsip hidup.

Inilah beberapa penafsiran secara garis besar tentang moto Hidup adalah Perbuatan yang sering dilontarkan oleh Ketua Umum PAN di beberapa tempat dan kesempatan.  Kajian lebih mendalam sangat diperlukan dalam rangka memberikan wawasan yang lebih mendalam lagi, sehingga internalisasi nilai-nilai ideologis pada setiap fungsionaris partai (partai apapun) menjadi kuat. Insya Allah.

 

Tasikmalaya, 1 Juni 2008

Calon Anggota DPR RI DAPIL Tasik-Garut,

 

 

 

Dr. Ade Komaludin, M.Sc.

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar