MENANGIS ADALAH PERBUATAN

Februari 10, 2009 at 5:28 am (Uncategorized)

MENANGIS ADALAH PERBUATAN

Oleh : Dr. Ade Komaludin, M.Sc.

Calon anggota DPR RI No. 4 untuk Dapil Tasik-Garut

Asal PAN

 

 

            Menangis adalah sesuatu yang fitrah yang tidak bisa dilarang atau dipaksa untuk melakukannya. Manusia yang tidak bisa menangis, apalagi dalam situasi yang sangat mengharukan, adalah manusia yang tidak normal. Banyak hadits dan riwayat yang menjelaskan tentang menangis. Misalnya hadits Rasulullah SAW yang pernah disampaikan kepada Sayyidina Ali kw : “Wahai Ali ! Semua mata akan berlinang (menangis) pada hari kiamat, kecuali tiga mata : (1) mata yang semalaman dipakai di jalan Allah, (2) mata yang tercegah dari apa-apa yang diharamkan Allah untuk dipandang, dan (3) mata yang berlinangan karena takut kepada Allah”.

            Pada kali yang lain Sayyidina Ali kw memberikan pelajaran kepada para shahabatnya antara lain : “Kebaikan ada pada tiga perkara : penglihatan, diam dan pembicaraan. Setiap penglihatan yang tidak ditujukan untuk mengambil ibrah (pelajaran) adalah kesia-siaan. Diam yang tidak disertai pemikiran adalah kelalaian. Sedang pembicaraan yang bukan zikir, itu juga merupakan kesia-siaan. Maka beruntunglah orang yang pandangannya ditujukan untuk mengambil ibrah, diamnya karena berpikir dan pembicaraannya berisikan zikir sembari menangisi dan menyesali kesalahannya serta enggan mengganggu orang lain”.

            Selanjutnya Sayyidina Ali menjelaskan bahwa menangisi orang meninggal karena kesalehan dan jasa-jasa baiknya adalah merupakan sunah yang diperbolehkan : “Bergaullah dengan manusia dengan pergaulan yang jika kalian meninggal, maka mereka akan menangisimu, sedang jika kalian ada di tengah-tengah mereka,  mereka akan selalu merindukanmu”.

            Alam pun menangis karena ditinggalkan oleh orang mulia. Ini terlihat ketika Siti Fathimah az-Zahra ditinggal wafat Rasulullah SAW. Ia merasakan kesedihan yang luar biasa  setelah ditinggal pergi oleh ayahanda tercinta. Ia mengungkapkan rasa sedihnya itu lewat untaian kalimat yang sangat indah sekali: “Ufuk langit mulai kelam. Sementara cahaya matahari mulai redup dan gulita. Bumipun menderita setelah kepergian nabi, dan merasakan kesedihan yang amat dalam. Semua penjuru menangisi kepergiannya, dan sepantasnya Bani Mudhar, penduduk Yaman, semuanya menangisimu. Gunung yang kekar juga menangisi beliau yang dermawan. Ka’bah yang ber-tabir dan berpilar meratapinya. Wahai penutup para nabi yang penuh barakah yang cahanya berkilauan. Semoga shalawat dari yang menurunkan Al-Quran selalu tercurah atasmu”.

            Dalam keterangan lain dijelaskan bahwa menangis bisa menyelamatkan kita dari siksa api neraka dan menjadi penyebab dicintai Allah SWT. Perhatikan dua hadits berikut : Pertama, “Menangis karena takut kepada Allah merupakan keselamatan dari api neraka”. Kedua, “ Tiada tetesan yang lebih Allah cintai dari dua tetesan, yaitu tetesan darah di jalah Allah, dan tetesan air mata di malam hari karena semata mengharap ridha Allah SWT”.

            Assajad, Ali Zainal Abidin menjelaskan bahwa menangis bisa membawa keberuntungan : “Tiga karakter yang jika ada pada orang mukmin akan membawa keberuntungan, yaitu : (1) mencegah lisannya dari mengganggu manusia atau menggunjing mereka, (2) menyibukkan dirinya untuk sesuatu yang bermanfaat (baginya) di dunia maupun di akhirat, dan (3) selalu menangis atas segala kesalahannya”.

            Berdasarkan beberapa keterangan di atas, menangis itu adalah perbuatan. Yakni perbuatan manusia yang menyesali segala kesalahannya; yang ingin dekat dengan Allah; yang mengharap ridha Allah dan mengharap keselamatan di akhirat nanti. Menangis juga sering menjadi perbuatan yang merefleksikan perasaan cinta yang amat mendalam terhadap sesuatu (idola, panutan, pemimpin, keluarga dan lainnya). Itu semua tidak bisa disalahkan, bila dilakukan karena mencari ridha Allah semata. Bahkan dengan tangisan itu kita bisa mengungkapkan perasaan empati yang sangat dalam terhadap seseorang yang sedang mengalami musibah atau yang kurang beruntung dalam kehidupan. Tangisan pun bisa menjadi bukti keseriusan dan ketulusan dalam memohon ampunan Allah SWT atas segala kenistaan, dan dosa yang pernah dilakukan. Akhirnya, hanya karena takut kepada Allah semata, menangis adalah perbuatan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: