PENGARUH PDB RIIL DAN VARIABEL FISKAL TERHADAP PENANAMAN MODAL ASING LANGSUNG DI INDONESIA

Desember 15, 2009 at 7:29 am (Uncategorized)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh PDB Riil dan variabel-variabel fiskal terhadap penanaman modal asing langsung di Indonesia periode tahun 1980 – 2006, serta untuk mengetahui tingkat kepekaan (elastisitas) penanaman modal asing langsung terhadap PDB Riil dan variabel fiskal di Indonesia periode tahun 1980- 2006.

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data runtun waktu atau data tahunan selama 27 tahun yang bersifat sekunder. Data diperoleh dari Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) BI. Metode penelitian yang digunakan adalah model Regresi Linier Berganda dengan alat analisis : analisis korelasi (R), analisis koefisien determinasi (R2), analisis elastisitas, dan uji stabilitas model, sedangkan pengujian yang dilakukan adalah Uji F, uji t, dan Uji autokorelasi dengan Durbin Watson dan uji multikolinieritas dengan menggunakan program perhitungan EViews.

Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa 96,16 % penanaman modal asing langsung di Indonesia dipengaruhi oleh PDB riil, PPH, PBB, PPN, pengeluaran pembangunan ekonomi, pengeluaran transportasi dan komunikasi, pengeluaran pemerintah untuk pendidikan, serta krisis ekonomi sedangkan sisanya sebesar 3,84 % dipengaruhi oleh faktor lain di luar model tersebut.

Pengaruh PDB Riil, PBB, pengeluaran pemerintah untuk transportasi dan komunikasi dan variabel dummy secara parsial berpengaruh tidak signifikan sedangkan PPH, PPN, pengeluaran pemerintah untuk pembangunan dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap PMA langsung di Indonesia periode 1980– 2006.

Kata Kunci : PMA Langsung, PPH, PBB, PPN, Pengeluaran Pemerintah Untuk Pembangunan, Transportasi dan Komunikasi, Pendidikan, Krisis Moneter.

jurnal lengkap terdapat pada link di bawah ini :

JB K 809 pakai

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PENGARUH PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB), SUKU BUNGA DAN INFLASI TERHADAP TABUNGAN DI INDONESIA PERIODE TAHUN 1985-2007

Desember 15, 2009 at 7:25 am (Uncategorized)

ABSTRAK

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh produk domestik bruto, inflasi, tingkat bunga terhadap tabungan di Indonesia selama periode tahun 1985-2007.

Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi dan korelasi beserta pengujiannya. Hasil penelitian yaitu berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data mengenai pengaruh inflasi, suku bunga dan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap tabungan di Indonesia periode 1985-2007, maka diperoleh kesimpulan bahwa berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data mengenai pengaruh inflasi, suku bunga deposito dan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap tabungan di Indonesia periode tahun 1985-2007, maka diperoleh bahwa hasil analisis yang dilakukan sesuai dengan hipotesa yaitu Produk Domestik Bruto dan tingkat suku bunga berpengaruh positif terhadap tingkat tabungan, sedangkan inflasi berpengaruh negatif terhadap tingkat tabungan dan signifikan pada taraf 5%.

Diketahui pula besarnya koefisien determinasi adalah 82,2% (R2 = 0,822), artinya besarnya pengaruh inflasi, suku bunga dan Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap tabungan adalah sebesar 82,2%, sedangkan sisanya 17,8% dipengaruhi oleh variabel lain (ceteris paribus). Setiap perubahan PDB, suku bunga, inflasi (naik/turun) sebesar 1% akan mengakibatkan perubahan (naik/turun) pada volume tabungan sebesar 1,529 (akibat PDB) dan 0,001934 (akibat suku bunga) dan 0,0008200 (akibat inflasi).

Kata Kunci: PDB, Suku Bunga, Inflasi, Tabungan

jurnal lengkap terdapat pada link di bawah ini :

JB K 709 pakai

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

ANALISIS INDIKATOR MAKRO EKONOMI KABUPATEN TASIKMALAYA (Tahun 2002-2007) (Studi Komparatif antara Kab.Tasikmalaya dengan Kab. Ciamis)

Desember 15, 2009 at 7:21 am (Uncategorized)

ABSTRAK

Penelitian ini memiliki tiga tujuan. 1). Untuk mengetahui trend indikator makro ekonomi. 2). Untuk mengetahui perbandingan indikator makro ekonomi (elasisitas dan rata-rata pertumbuhan).3). Apakah di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis terjadi paradox of growth atau tidak.

Penelitian ini menggunakan analisis Trend, Elastisitas, Rata-rata pertumbuhan dan korelasi. Indikator makro yang digunakan yaitu : IPM, LPE, Inflasi, PDRB harga berlaku, Jumlah Penduduk, LPP, Penduduk Miskin, Pengangguran dan Kesempatan Kerja.

Hasil dari penelitian menunjukan bahwa: 1). Trend beberapa indikator makro ekonomi Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis mengalami peningkatan 2). Indikator makro ekonomi Kabupaten Tasikmlaya lebih bagus dibanding Kabupaten Ciamis (elastisitas dan rata-rata pertumbuhan) 3). Di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis untuk hubungan LPE terhadap pengangguran terjadi paradox of growth sedangkan untuk hubungan LPE terhadap penduduk miskin di Kabupaten Tasikmalaya terjadi paradox of growth dan di Kabupaten Ciamis tidak terjadi paradoks growth.

Untuk Kabupaten Tasikmalaya penulis merekomendasikan agar lebih meningkatkan kinerja perekonomian, mengoptimalkan potensi yang dimiliki seperti potensi yang terdapat di sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan.

Kata kunci : Indikator makro, trend, elastisitas, rata-rata pertumbuhan, korelasi.

Isi jurnal lengkap klik link li bawah ini :

JB K 409 pakai

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

WASIAT IMAM JAFAR SHADIQ

Desember 7, 2009 at 8:50 am (Uncategorized)

Tokoh yang satu ini terkenal wara dan cerdas luar biasa. Murid beliau berjumlah 4000 orang yang terdiri dari para ulama terkenal dan tokoh-tokoh ilmu pengetahuan dunia, seperti: Jabir bin Hayyan At-Thusi (ahli matematika), Hisyam bin al-Hakam, Mu’min Thaq, Sofyan Ats-Tsauri, Abu Hanifah (pendiri madzhab Hanafi, dan lain-lain. Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan sebagian kecil nasihat beliau yang terekam dalam kumpulan ucapan-ucapannya, antara lain:

“Hak seorang muslim atas muslim lainnya adalah: (1) hendaklah dia tidak merasa kenyang saat saudaranya kelaparan, (2) tidak merasa puas (dari minum) di saat saudaranya kehausan, dan (3) hendaklah tidak berpakaian (secara berlebihan), sementara saudaranya dalam keadaan telanjang. Alangkah besarnya hak muslim atas muslim lainnya. Lalu beliau melanjutkan pembicaraannya: Perlakukanlah saudara seagamamu dengan sesuatu yang kau suka jika hal itu dilakukan padamu”.

            Ini adalah sebuah ajaran kesederhanaan yang seharusnya dilaksanakan oleh kita semua, terlebih bagi para pemimpin di manapun ia memimpin. Kita tidak boleh merasa kenyang, senang dan bergelimang dalam kekayaan, sementara di kiri-kanan kita banyak orang yang kelaparan, dan terhimpit beban kesusahan. Hari ini mereka bisa makan, sedangkan besok hari masih harus banting tulang mencari sesuap nasi, itu pun kalau ada orang yang membutuhkan tenaganya. Imam Jafar Shadiq mengingatkan kita, bukan soal makanan saja yang harus dijaga, tetapi juga cara berpakaian. Kita diperintahkan untuk tidak berlebihan, bermewah-mewahan sementara saudara kita dalam keadaan yang serba susah (telanjang).

            Selain wasiat yang berkaitan dengan cara berpakaian dan makanan seperti disebutkan tadi, selanjutnya Imam Jafar Shadiq juga memerintahkan kepada setiap muslim untuk memiliki delapan karakter utama dalam hidupnya:

“………(1) tenang saat ada goncangan (kekacauan), (2) sabar ketika ada bencana, (3) bersyukur di kala mendapat kebahagiaan, (4) puas dengan rizki Allah, (5) tidak menganiaya musuh, (6) tidak menekan temannya, (7) berusaha menutup keperluan temannya, dan (8) manusia merasa aman dari tingkah lakunya”.

            Sungguh luar biasa bila kita bisa mengamalkan nasihat Imam Jafar tersebut. Bila kita mampu melaksanakannya, kita akan menjadi mukmin yang paripurna yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat. Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk bisa mencapai delapan karakter tersebut. Amien.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

WASIAT IMAM JAFAR SHADIQ

Desember 7, 2009 at 8:45 am (Uncategorized)

 

            Tokoh yang satu ini terkenal wara dan cerdas luar biasa. Murid beliau berjumlah 4000 orang yang terdiri dari para ulama terkenal dan tokoh-tokoh ilmu pengetahuan dunia, seperti: Jabir bin Hayyan At-Thusi (ahli matematika), Hisyam bin al-Hakam, Mu’min Thaq, Sofyan Ats-Tsauri, Abu Hanifah (pendiri madzhab Hanafi, dan lain-lain. Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan sebagian kecil nasihat beliau yang terekam dalam kumpulan ucapan-ucapannya, antara lain:

“Hak seorang muslim atas muslim lainnya adalah: (1) hendaklah dia tidak merasa kenyang saat saudaranya kelaparan, (2) tidak merasa puas (dari minum) di saat saudaranya kehausan, dan (3) hendaklah tidak berpakaian (secara berlebihan), sementara saudaranya dalam keadaan telanjang. Alangkah besarnya hak muslim atas muslim lainnya. Lalu beliau melanjutkan pembicaraannya: Perlakukanlah saudara seagamamu dengan sesuatu yang kau suka jika hal itu dilakukan padamu”.

            Ini adalah sebuah ajaran kesederhanaan yang seharusnya dilaksanakan oleh kita semua, terlebih bagi para pemimpin di manapun ia memimpin. Kita tidak boleh merasa kenyang, senang dan bergelimang dalam kekayaan, sementara di kiri-kanan kita banyak orang yang kelaparan, dan terhimpit beban kesusahan. Hari ini mereka bisa makan, sedangkan besok hari masih harus banting tulang mencari sesuap nasi, itu pun kalau ada orang yang membutuhkan tenaganya. Imam Jafar Shadiq mengingatkan kita, bukan soal makanan saja yang harus dijaga, tetapi juga cara berpakaian. Kita diperintahkan untuk tidak berlebihan, bermewah-mewahan sementara saudara kita dalam keadaan yang serba susah (telanjang).

            Selain wasiat yang berkaitan dengan cara berpakaian dan makanan seperti disebutkan tadi, selanjutnya Imam Jafar Shadiq juga memerintahkan kepada setiap muslim untuk memiliki delapan karakter utama dalam hidupnya:

“………(1) tenang saat ada goncangan (kekacauan), (2) sabar ketika ada bencana, (3) bersyukur di kala mendapat kebahagiaan, (4) puas dengan rizki Allah, (5) tidak menganiaya musuh, (6) tidak menekan temannya, (7) berusaha menutup keperluan temannya, dan (8) manusia merasa aman dari tingkah lakunya”.

            Sungguh luar biasa bila kita bisa mengamalkan nasihat Imam Jafar tersebut. Bila kita mampu melaksanakannya, kita akan menjadi mukmin yang paripurna yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat. Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk bisa mencapai delapan karakter tersebut. Amien.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar